Hati Tak Bertuan
Kau tau ?
jika tulisan ini benar benar sampai padamu aku akan sangat bersyukur . Tapi aku
juga takut kehilangan kamu saat kamu baca tulisanku ini . takdir tuhan aku
bertemu kamu dan suatu hari nanti berpisah . Jujur . tak ada yg aku harapkan
dari sebuah pertemuan awal kita di media sosial 3 tahun silam . Kamu yg
menurutku cuek dan aku yg begitu polos sangat ingin tau bagaimana sifat aslimu.
Kuakui aku muka tembok . Sepertinya kau sudah mulai muak dengan celotehanku.
Tapi lama kelamaan kita memiliki satu visi dan misi yg sama, satu pembicaraan
yg sama. Aku bahagia bisa menemukan orang seperti kamu ... orang yg selalu bisa
menghibur aku dan mendengarkan semua ceritaku yg sepertinya menurutmu tak
penting.Akhrinya
kita bertemu . sejak terlalu lama kita ber – pesan singkat. Aku yg selalu
membayangkan wajahmu dan bergumam dalam hati akan seperti apa nanti jika benar
bertemu denganmu sekarang terwujud. Awalnya kukira akan sangat membosankan,aku takut
kamu pergi ketika tau aku yg “sebenarnya” . Tapi.. diluar dugaan kita berdua
makin akrab . pertemuan kedua ketigapun terjadi . Ini takdir tuhan “mungkin” yg
mempertemukan aku dengan kamu, manusia yang sedikit membuat aku over bahagia .
Kamu banyak berpengaruh dalam hidupku . Aku jadi sering tersenyum , banyak
bercanda dengan teman2. Aku tak tau bahagimana perubahaan hidupmu setelah ada
aku. Ah masa bodo yang jelas aku merasakan yang bahagia seperti ini saja sudah bersyukur.
Apa yg kau rasakan jika bertemu orang di sosial media kemudian berkenalan
bertemu dan sekarang sangat dekat denganmu ? pikir sendiri rasanya . Tulisanku
tak cukup muat mengambarkannya.
Itu..... hal
yg bahagianya. Aku kadang suka setengah gila menunggu pesan singkatmu. Yang
kadang hanya kotak kecil warna biru yg terlihat, terlebih kalau sedang “SILANG”
aku makin uring-uringan. Pernah satu saat sedang membicarakan sesuatu tiba tiba
saja tanda menyebalkan itu muncul, aku takut sekaligus kesal. Takut karena aku
takut kehilangan sosok kamu yang mulai mengisi ruang kosong di kehidupanku
walaupun hanya sebuah pesan singkat tapi bagaikan harta karun yg akan sangat
kau senang bila mendapatkannya, takut kamu pergi menghindar karena aku terlalu
bawel membahas masalah ini dan itu ... aku juga kesal kenapa kamu selalu pergi
tanpa meminta izin. Meminta izin ? memangnya aku ini siapa kamu ? sudah kenal
dan prenah bertemu saja sudah bagus. Kadang aku emamng tak tau diri seperti
memiliki seseorang yg hanya milikku tapi aku tak sadar kamu hanya sebatas
“Teman Pena” ku saja. Pernah aku tanyakan padamu kan? Mengapa menghilang. “aku
tak benci padamu .. aku senang bisa berteman dengan siapa saja . jangan takut
marah,, aku akan balas kalo moodku sedang baik dan kamu asik baik dan selalu
membuat aku tertawa ketika melihat pesanmu . Aku senang mengenalmu” melihat
pesanmu aku selalu tenang. Jika sedang
netgative thinking aku pernah ingat kamu pernah bilang padaku “aku agak malas
balas pesan dari dia ... “ aku berfikir apakah kamu akan mengucapkan hal yg
sama ketika kamu sedang bosan dengan percakapan kita ?. Jangan bilang kita
selalu akur . pernah aku dan kamu bertengkar hebat tapi selalu aku yang
mengalah karena alsanku tadi “aku berlum pernah menemukan orang seperti kamu dan
aku tak mau kehilangan kamu untuk selamanya”. Dan lagi – lagi aku yang mengalah
dan minta maaf . Yasudah .. inilah cinta
, Andai kamu jadi milkku aku akan sangat bersyukur pada Tuhan dan ini sudah
cukup buatku . Namun selama kamu masih disini , dikehidupanku aku masih tetap
beryukur dan tetap mempertahankanmu . Insyaallah.... (Jika ALLAH Mengizinkan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar